Denpasar, 14 Mei 2025 — Dalam semangat solidaritas kemanusiaan lintas negara, Dompet Dhuafa Bali bersama PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali menyalurkan bantuan untuk para penyintas gempa bumi yang melanda Myanmar. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap korban bencana alam yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Myanmar pada awal Mei 2025 telah menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia, ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal, serta infrastruktur vital lumpuh. Kondisi ini memicu respons kemanusiaan dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia.

Dompet Dhuafa Bali, sebagai lembaga filantropi Islam yang aktif dalam penanganan kebencanaan, bekerja sama dengan PLN Indonesia Power UBP Bali untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk food package atau paket sembako sebanyak 77 paket guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas gempa.

“Kami percaya bahwa musibah kemanusiaan adalah panggilan nurani bersama. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Bali, turut hadir dan peduli terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Myanmar,” ujar Fadly Abdul Aziz Hassan, Pimpinan Dompet Dhuafa Bali.

Sementara itu, Bapak I Made Harta Yasa sebagai Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Bali menegaskan bahwa partisipasi dalam aksi ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial (CSR) dan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami tidak hanya bertugas menjaga pasokan energi, tetapi juga turut serta dalam menjaga semangat kemanusiaan dan solidaritas global,” ujarnya.

Bantuan ini merupakan bagian dari program respons cepat kemanusiaan yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa dan menjadi bukti kekuatan kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga kemanusiaan. Ke depan, Dompet Dhuafa Bali dan PLN Indonesia Power UBP Bali berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam aksi-aksi sosial, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Dengan pengiriman bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban para penyintas gempa di Myanmar dan menumbuhkan harapan baru di tengah situasi krisis. Solidaritas tanpa batas ini menjadi cermin nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan tak lekang oleh sekat geografis maupun budaya.